Kamis, 10 November 2016

Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

Jalan Pendakian Lawu via Cemoro Sewu adalah gang pendakian favorit buat kaum pendaki. Pasalnya pemandangan yg merebak di setiap trek ada di jalur Cemoro Sewu makbul-sahih luar lumrah. Spot-spot yang ada juga tidak sedikit misalkan hutan, rerumputan membentang, batu besar, sendang (kolam), bukit, tanjakkan “cinta”, terlebih warung makan di kembali perjalanan juga di puncaknya masih ada. Macam mana?


Cemoro Sewu terletak di kiat antara Kabupaten Karanganyar lagi Magetan tepatnya di kiat alamat Tawangmangu menuju Sarangan. Untuk lebih mudahnya yg gawat andatuju yaitu Tawangmangu, Jawa berulang. Jika andadari arah barat maka tujulah Solo, setelah itu Tawangmangu. Jikalau mulai sejak arah Timur maka tujulah arah Magetan, lalu Tawangmangu. Karena tempatnya yang tren sehingga sekiranya akan mudah untuk menuju ke sana. Tips: persiapkan sahih iternetary perjalanan menuju Cemoro Sewu-nya. Masih bertanyalah buat wong jika tidak tahu cara. Satu terus, gunakan GPS atau google maps deh.


Basecamp di Cemoro Sewu ternama kecil Namun halamannya luas. Di basecamp sudah masuk dekat distrik yang dingin jadi persiapkan pakaian hangat sejak asal awal. Di sekitaran basecamp juga tidak sedikit pemukiman warga masih banyak kembali fasilitas umum misalkan tempat ibadah, WC, warung makan serta lainnya. Tiket mendaki Rupiah 10.000/insan (up-date 2015). Untuk parkir kendaraan motor rupiah 3.000, mobil rp 10.000. Persiapan terakhir sebelum bertolak yaitu cek perlengkapan mendaki semula cek tambah keadaan kesehatan. Satu juga janganlah sembarangan berharap sebelum memelopori pendakian.


Basecamp di Cemoro Sewu ternama mungil Namun halamannya luas. Di basecamp sudah masuk dekat jajahan yg dingin legal persiapkan baju hangat sejak awal awal. Di sekitaran basecamp tambah tidak sedikit pemukiman warga semula banyak tambah fasilitas umum contohnya tempat ibadah, WC, warung makan berulang lainnya. Karcis mendaki Rupiah 10.000/wong (up to date 2015). Untuk parkir kendaraan motor rp 3.000, mobil Rupiah 10.000. Persiapan terakhir sebelum bertolak yaitu cek perlengkapan mendaki & cek dan kondisi kesehatan. Satu masih jangan abai memohon sebelum menganjuri pendakian.


Memulai PENDAKIAN

Basecamp – Pos I Wes-Wesan (1-1,5jam)

pada lorong ini andaakan melewati pepohonan rimbun. Di Lokasi tersimpul pun ada ruangan untuk camping. Kemudian melewati perkebunan warga. Dulu andaakan bertemu Sendang Panguripan dulu Pos I. Di Pos I ini berdiri suatu warung makanan.


Pos I – Pos II Watu Gedeg (1,5-2jam)

pada gang ini  kalianakan bertemu batu akbar yg bernama “Watu unggul”. Mulai permulaan Watu jempolan trek yang andahadapi Berawal Dari bebatuan. Namun bebatuan tercatat merupakan bebatuan yg sudah ditata kusus untuk didaki. Perihal tertera yaitu persembahan oleh masyarakat setempat.


Watu lihai batu akbar

Watu ulung


POS II gunung Lawu

Pos 2 Watu Gedeg


Pos II – Pos III Watu akbar (2jam)

pada gang ini trek sudah Berawal Dari berat. Bebatuan yang tajam & pinggir-tepi jurang tengah banyak.


Muslihat cemoro sewu

taktik bebatuan


pos III gunung lawu

Pos 3


Pos III – Pos IV Watu Kapur (1,5-2jam)

pada Pos IV tidak sedikit berkembang pohon. Seandainya  kaliannaik pada malam hari sesuai sekali untuk menjelmakan tenda di sini. Tapi pun muat untuk 2 tenda pun. Sahih untung-untungan saja deh.


Pos IV Gunung Lawu

Pos 4


Pos IV – Pos V Jolotundo (30 menit)

di jalan Setelah Pos 4 merupakan gang favorite. Di karenakan trek yang datar berulang jua bergelombang pun treknya berbatuan rapih. Ditambah semula kanan-kiri pemandangan luar lazim. Kemudian  kalianakan bertemu dengan sumber air “Sumur Jalotundo”.


Sumur jatulondo

Sumur Jalotundo


Pos V – Sendang Drajat (15menit)

setelah itu  kaliansampai di Sendang Drajat. Nah di sinilah check point mula-mula buat beberapa pendaki. Tidak sedikit pendaki bermalam di sini. Biasanya bersumber mereka ada yang tidak membawa tenda Namun bermalam di rumah yg didirikan warga. Di sini semula ada sumber air bernama “Sendang Drajat”. Di ruangan itu & konon Sebagai area ritual raja. Dibangun berulang ruangan pemujaan di samping Sendang Drajat terkandung.


Warung atau rumah warga di sendang drajat

rumah masyarakat sekaligus Bagaikan shelter


sendang derajat

Sendang Drajat


Sendang Drajat – Puncak Hargo Dalem (30 menit)

alamat Sendang Drajat andahanya penting berjalan sebentar menyusuri bukit serta sampailah terhadap puncak harga Dalem 3170 mdpl. Di lorong menuju Hargo Dalem kita akan berjumpa bersama tenjakkan yg mirip dengan “Tanjakkan Cinta”-nya Semeru.


Tanjakkan cinta gunung lawu

Tanjakkan Cinta


Nah, di Hargo Dalem sendiri  kalianakan menemui banyak pemukiman masyarakat. Semua warga di gunung Lawu teristimewa Bagaikan warga yg memiliki fisik besar lengan. Pasalnya mereka Dapat naik-turun gunung sebanyak kali untuk memenuhi kepentingan sehari-hri. Di Hargo Dalem kita akan bertemu bersama Warung Mbok Yem yg teristimewa itu. Itulah dia warung mulia di pulau Jawa. Bayangkan hanya ada warung makan di puncak Gunung.


Warung Mbok Yem

Warung Mbok Yem


Hargo Dalem gunung Lawu

Hargo Dalem 3170 mdpl


Hargo Dalem – Hargo Dumilah (30 menit – 1jam)

Untuk menuju Hargo Dumilah (puncak terkenal) andaakan berjalan menanjak. Treknya konkret bukit pun pun menanjak tinggi.


Hargo Dumilah

Bingo! Inilah puncak mulia gunung Lawu, Hargo Dumilah 3265 mdpl


alamat puncak Hargo Dumilah  kalianbisa melihat ke bawah ada Telaga Kuning.  Kalianjuga Bisa menyaksikan gunung-gunung lain contohnya Merapi-Merbabu, Arjuno-Welirang.


Nah sekarang ini kita kumpulin:

Basecamp – Pos I Wes-Wesan (1,5jam)

Pos I – Pos II Watu Gedeg (2jam)

Pos II – Pos III Watu gede (2jam)

Pos III – Pos IV Watu Kapur (2jam)

Pos IV – Pos V Jolotundo (30 menit)

Pos V – Sendang Drajat (15 menit)

Sendang Drajat – Hargo Dalem (30 menit)

Hargo Dalem – Hargo Dumilah (1 jam)

keseluruhan = 9 jam 45 menit. Diluar bermalam, bongkar pasang segala macem. Nah, untuk waktu turun gunung biasanya lebih tangkas 20-40% sahih sebanyak 6-7jam. Akan tetapi untuk gunung Lawu sebenarnya yang menghasilkan waktu naik lama adalah treknya yang sulit di karenakan batu menanjak. Namun jika untuk turun Bisa tangkas. Menurut pengalaman paling gapah turun Bisa 4-5jam.


Tips PENDAKIAN


    Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan janganlah waktu hujan

    Latihan fisik seminggu sebelum hari H

    Persiapkan tim sedang perlengkapan yg akan diboyong . Jangan lupa bawa sesuatu misal benda kesayangan atau tulisan untuk satu orang biar Bisa foto bareng Saat di puncak

    Tim yang solid yaitu 5-8 insan. Jika sekelumit usahakan 3 jalma (1 insan mesti sudah Sempat naik gunung)

    janganlah sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung serta jaket gunung. Bawa makanan pun air secukupnya jangan sampai terlalu secuil lagi jangan sampai terlampaui banyak. Yg paling gawat jangan sampai melanggar peraturan masih jangan sampai buang sampah di gunung

    Untuk pendakian Lawu  kalianbisa naik pagi atau malam. Kalau pagi bagusnya pukul 10-13. Apabila malam 6-7

    Dirikan tenda di ruang yg datar pun usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tak terkena angin gunung cepat

    jikalau ada anggota group yang tidak Dapat melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau apabila nyeri parah serta-merta beritahu dengan kelompok lain.


Informasi GUNUNG LAWU

Nama: Gunung Lawu

Ketinggian: 3.265 mdpl

Tempat: Magetan, Tawangmangu, Cemorosewu

tipe: Gunung berapi stratovolcano

Letusan terakhir: 1885

Spot lingkungan: Sendang “sumber air”, bukit, kawasan pohon seribu cemara

Sumber air: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Hargo Dalem, Telaga Kuning, Sumur Jalatundo

Flora: Cemara, Puspa, Kipres, Tristania,Pohon: acasia decurent, Mlandingan gunung,Tristania,Edelweis

Fauna: babi hutan pun Kijang, Jalak Gading “Jalak Lawu”,

Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous

kondisi: hawa dingin, kabut, hutan cemara, trek batu, ada pemukiman di puncak, sendang, bukit, tempat semedi

tamasya setempat: darmawisata Tawangmangu, Air terjun Grojogansewu, telaga kuning kembali Danau Sarangan, ada pula tempat kunjungan Astana giribangun, Astana Girilayu, Astana Mangadeg

Candi: Candi Sukuh, Candi Cetho

jalur pendakian:


    koridor Cemoro Kandang (Tawangmangu)

    jalan Cemoro Sewu (Sarangan)


Puncak: Hargo Dalem (3170 mdpl), Hargo Dumiling masih Hargo Dumilah (3265 mdpl)

Pemandangan permulaan puncak: G. Arjuno, Welirang, Merapi, Merbabu, Semeru

Sendang: Sendang Panguripan, Sendang Drajat, Sendang harimau

Mitos: Gunung Lawu yaitu petilasan Raden Brawijaya (Raja Majapahit). Gunung Lawu awalnya adalah dibawah air laut

kismis (Kisah misteri): konon gunung Lawu dulunya adalah area pelarian pun persembunyian. Menurut kisa sangat banyak sebenarnya kuburan-kuburan atau petilasan mayat yang terkubur di gunung Lawu. Apabila ada pendaki seloyongan atau berbuat menggelisahi sehingga dapat mendapat provokasi permulaan penunggu gunung Lawu.

Ritual: tiap-tiap tengah malam tanggal satu suro puncaknya kunjungan wong untuk ritual/semedi

Tarif daki: Rupiah 10.000/jalma (Jan 2015)


TRANSPORTASI

BARAT: ke arah Solo – Tawangmangu. Seandainya beban umum Dapat alamat djogja – Solo, dulu Solo – Tawangmangu. Jikalau kereta turun di Stasiun Solo Balapan lanjut beban umum ke Tawangmangu

TIMUR: ke ara Magetan – Tawangmangu. Biasanya memakai beban umum trayek ke Magetan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jalur Pendakian Cemoro Sewu Lawu

0 komentar:

Posting Komentar